Suplemen Penting untuk Jaga Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi

Di era pandemi ini semua orang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Untuk itu, kami amat dianjurkan mobilisasi protokol kebugaran (prokes) dengan baik dan melakukan vaksinasi. Selain itu, kami juga perlu menjaga kebugaran tubuh dari dalam dengan menaikkan daya tahan tubuh lewat makanan, olahraga, dan sudah pasti tambahan multivitamin atau suplemen. “Menambahkan suplemen ke dalam rutinitas sehari-hari dapat menghindar penularan virus bagi yang belum terinfeksi Covid-19. Namun juga dapat mempercepat penyembuhan bagi yang telah terinfeksi.” Demikian percakapan dokter spesialis penyakit dalam, Dr Tities A. Indra, SpPD pas virtual press conference dengan Hemaviton,

Kamis (22/7/2021). Meski sumber vitamin dapat kami temui secara alami pada lebih dari satu makanan, namun menurut Tities, makanan saja tidak cukup mengimbuhkan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya. Baca juga: 4 Jenis Vitamin Penting Saat Isoman, Bisa dari Makanan Alami Tities mengatakan bahwa ada banyak vitamin yang dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh di era pandemi ini. Tetapi dia hanya menganjurkan tiga suplemen vitamin mutlak yang dapat dikonsumsi. Dapatkan informasi, gagasan dan insight di e-mail kamu. Daftarkan e-mail Adapun tiga suplemen mutlak berikut dapat kami ketahui lebih lanjut sebagai berikut ini. 1. Vitamin C Vitamin C sendiri punya banyak kegunaan pada lain menurunkan inflamasi dari kadar antioksidan, merubah imunitas seluler, hingga mempercepat penyembuhan luka dan memperbaiki sel tubuh Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit .

“Pada situasi pasien Covid-19, dukungan suplemen vitamin C dapat meredakan inflamasi, stres oksidatif, sepsis, dan menaikkan imunitas,” terangnya. Baca juga: Ketahui 2 Tanda Bahaya Pasien Isoman, Segera Bawa ke Rumah Sakit! Dalam sebuah studi China tahun 2020 dukungan vitamin C dosis tinggi pada pasien Covid-19 berat dapat menurunkan penanda inflamasi, memperbaiki kadar O2, dan kegagalan organ. Sementara itu, studi di Amerika tahun 2020 menyatakan bahwa dukungan vitamin C menurunkan angka kematian pada pasien-pasien Covid-19 dengan pneumonia yang membutuhkan ventilator.

Tities pun menganjurkan sehingga dapat konsumsi suplemen vitamin C dengan dosis 500-100 mg per hari bagi orang dewasa. Untuk sumber alami vitamin C, kami juga dapat mendapatkannya lewat lebih dari satu model buah dan sayuran seperti jeruk, melon, mangga, anggur, tomat, semangka, brokoli, kol, dan sawi. Baca juga: Tips Serap Vitamin C dan Zinc secara Maksimal dari Makanan 2. Vitamin D Selanjutnya, suplemen mutlak yang perlu kami konsumsi adalah vitamin D,

lebih-lebih vitamin D3. Sebuah studi di Amerika mengutarakan bahwa defisiensi atau kekurangan vitamin D punya risiko 54 % lebih tinggi terkena Covid-19. Selain itu, dukungan vitamin D3 pas telah terkena Covid-19 punya korelasi yang kuat dengan berkurangnya keparahan penyakit, serta peningkatan survival rate berdasarkan mortalitas dan OSCI score (Ordinal Scale for Clinical Improvement). “Pada pasien Covid-19, suplemen vitamin D bekerja untuk menghindar terjadinya badai sitokin maupun badai bradykinin dan mempercepat pemulihan,” jelas Tities. “Bagi individu secara lazim yang tidak terkena Covid-19, suplemen vitamin D berfaedah menaikkan imunitas tubuh, mecegah beragam penyakit kronis, dan mengoptimalkan kerja sel-sel di dalam tubuh,” sambung dia harga utsukushii afc .

Adapun himbauan vitamin D3 bagi pasien Covid-19 adalah 5000 IU per hari dan untuk menghindar infeksi bagi individu yang tidak terkena Covid-19 yaitu 1000 IU per hari peranan mencukupi kebutuhan vitamin D harian. Baca juga: 4 Risiko akibat Tak Minum Suplemen Vitamin D 3. Zinc Zinc merupakan zat besi yang punya aktivitas sebagai “antivirus” yang dapat menstabilisasi membrane sel untuk menghindar masuknya virus dan replikasi virus. Nah, rendahnya asupan zinc pada pasien Covid-19 dapat menyebabkan keparahan penyakit dan menaikkan risiko kematian.

Dalam lebih dari satu penelitian teranyar tahun 2020, terbukti bahwa kadar zinc yang rendah pada pasien Covid-19 menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih tidak baik dan angka kematian yang lebih tinggi. Sayangnya, Tities mengutarakan bahwa defisiensi zinc pada populasi Asia dua kali lebih tinggi (17,5 persen) dibandingkan populasi Eropa (8,9 persen). Oleh gara-gara itu, dia menganjurkan kami untuk konsumsi suplemen zinc dengan dosis 3-16 mg per hari. Di samping itu, sumber alami zinc juga banyak ditemukan dalam makanan laut (oyster, kepiting, lobster), daging sapi, daging ayam, dan kacang-kacangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *